9
Sep
2017
Casino Sbobet - Mourinho Ingin Patahkan Rekor Alex Ferguson di Liga Champions
Manajer Manchester United, Jose Mourinho, mengaku memiliki target untuk memecahkan rekor pertandingan terbanyak sebagai manajer milik Sir Alex Ferguson di Liga Champions.

Selama menjadi manajer atau pelatih sepak bola sejak 2000, Jose Mourinho telah memainkan 133 pertandingan di Liga Champions.

Jumlah tersebut masih tertinggal 61 laga dari pemilik rekor tertinggi, Sir Alex Ferguson, yang telah tampil sebanyak 194 kali di ajang tersebut.

Setelah musim lalu absen di Liga Champions setelah mengantarkan Manchester United menjuarai Liga Europa, kini pada 2017-2018 Mourinho kembali tampil di ajang prestisius tersebut.

Target untuk menyalip raihan Sir Alex pun kini telah dicanangkan oleh Mourinho.

"Saya tahu telah berada di posisi lima atau enam teratas, tetapi masih cukup jauh, terutama dari pemegang rekor. Namun, saya akan berjuang keras untuk memecahkan rekor itu," kata Mourinho kepada MUTV.


"Musim lalu, saya telah kehilangan waktu untuk mengejar rekor tersebut. Liga Champions merupakan kompetisi yang kami ingin mainkan. Mungkin saya terlalu ambisius, tetapi saya ingin menjadi manajer dengan jumlah pertandingan terbanyak," tuturnya.

Jika dihitung secara matematis, paling cepat Mourinho bisa memecahkan rekor tersebut dalam kurun waktu lima tahun dengan catatan tampil 13 laga per musim atau mengantarkan tim yang ditangani melaju hingga partai final.

Selama berkompetisi di Liga Champions, Mourinho pernah sukses mengangkat "Si Kuping Besar" dua kali bersama FC Porto (2004) dan Inter Milan (2010).

Pada musim 2017-2018, Man United tergabung di Grup A bersama Benfica, FC Basel, dan CSKA Moskwa.
8
Sep
2017
Casino Sbobet - Soal Insiden Jari Tengah, Vardy Dukung Dele Alli
Penyerang tim nasional Inggris, Jamie Vardy, membela kompatriotnya, Dele Alli, atas aksinya mengacungkan jari tengah dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 menghadapi Slowakia di Stadion Wembley, Selasa (5/9/2017).

Dele Alli tertangkap kamera mengacungkan jari tengah saat pertandingan memasuki menit ke-76.

FIFA pun hingga kini masih mempelajari rekaman yang menunjukkan gestur Alli.

Jamie Vardy tidak sepakat jika FIFA nantinya menjatuhkan sanksi untuk pemain Tottenham Hotspur tersebut.

"Kalau sampai Alli dilarang bermain, rasanya terlalu berat. Begitu juga kalau dia mendapat penghakiman dari publik," tutur Vardy.


"Penilaian negatif seperti itu hanya akan menghilangkan unsur kegembiraan dan emosi di sepak bola," katanya.

Menurut penyerang Leicester City tersebut, gestur Dele Alli terlalu dibesar-besarkan.

"Setiap pemain sepak bola pasti senang bercanda saat menjalani aktivitas mereka," ucap Vardy.

"Gestur Alli tidak merugikan siapa-siapa dan semua orang melebih-lebihkannya," katanya melanjutkan.

Sebelumnya, Alli sudah mengklarifikasi bahwa jari tengah tersebut ditujukan untuk bek Kyle Walker sebagai bentuk lelucon.
7
Sep
2017
Casino Sbobet - Joe Hart Bicara soal Insiden Jari Tengah Dele Alli
Gelandang Tottenham Hotspur dan timnas Inggris, Dele Alli, tertangkap kamera tengah mengacungkan jari tengah ke arah seseorang.

Insiden pengacungan jari tengah Dele Alli itu sontak membuat media heboh.

Beberapa media menyebut bahwa jari tengah tersebut ditujukan kepada wasit yang memimpin jalannya pertandingan timnas Inggris vs Slowakia, Clement Turpin, Senin (5/9/2017).

Namun, Alli telah mengklarifikasi bahwa jari tengah tersebut dia arahkan kepada sahabatnya, Kyle Walker, sebagai bentuk candaan.

Menanggapi hal tersebut, kiper timnas Inggris, Joe Hart, pun buka suara.

"Kita semua tahu apa yang terjadi, tidak ada pihak yang terluka dari insiden itu," kata Joe Hart seperti dilansir BolaSport.com dari Evening Standard.


Menurut kiper Manchester City yang dipinjamkan ke West Ham United itu, Alli merupakan tipikal pemain yang ekspresif di lapangan.

"Ia sama seperti anak muda kebanyakan yang kadang melakukan hal-hal tak terduga," kata Hart.

Namun, Hart khawatir sikap yang ditunjukkan Alli tersebut bisa menjadi contoh buruk bagi anak-anak yang melihatnya.

Pada pertandingan tersebut, Inggris berhasil keluar menjadi pemenang dengan skor akhir 2-1.

Meski tertinggal lebih dulu melalui Stanislav Lobotka (3'), Inggris berhasil membalikkan keadaan melalui gol Eric Dier (37') dan Marcus Rashford (59').

Dengan hasil itu, Inggris kokoh di puncak klasemen Grup F Kualifikasi Piala Dunia, terpaut lima angka di atas Slowakia.
5
Sep
2017
Casino Sbobet - Albertini Kritik Penampilan Verratti bersama Timnas Italia
Tim nasional Italia harus menerima kekalahan telak dari Spanyol dengan skor 0-3 pada laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu (2/9/2017).

Pada laga tersebut, dua gol kemenangan Spanyol dicetak oleh Francisco Roman Alarcon Suarez alias Isco pada babak pertama, sedangkan sisanya berkat Alvaro Morata setelah jeda.

Terkait hal itu, mantan pemain timnas Italia, Demetrio Albertini, mengkritik penampilan Marco Verratti.

Pada pertandingan tersebut, Verratti berduet dengan Daniele De Rossi di lini tengah tim Azzurri, julukan Italia.

Menurut Albertini, seharusnya, Verratti dapat menunjukkan penampilan yang lebih baik lagi.

"Sebuah hal yang mudah untuk berbicara setelah laga," ujar Albertini seperti dilansir BolaSport.com dari Radio 24.


"Ini saatnya kami membuka lembaran baru," kata mantan pemain AC Milan tersebut.

Media di Italia memang mengkritik beberapa pemain terkait kekalahan dari Spanyol.

Selain Verratti, ada nama Leonardo Bonucci, Gianluigi Buffon, dan Lorenzo Insigne yang dianggap publik Italia tampil di bawah standar.

"Sebuah hal wajar ketika kalah, ada harapan lebih dari pemain sekelas Verratti," tutur Albertini.

Saat ini, Italia bercokol di peringkat dua klasemen Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa, tertinggal tiga dari Spanyol di puncak klasemen.

Hanya juara grup yang akan lolos langsung ke Rusia tahun depan dan Italia sepertinya harus bersiap finis di posisi runner-up dan menjalani laga play-off untuk mendapatkan tiket ke Piala Dunia 2018.
4
Sep
2017
Casino Sbobet - Buffon dan Para Pemain Terbaik Liga Champions 2016-2017
 Real Madrid menjadi klub terbaik di Liga Champions 2016-2017. Hal ini membuat para pemain Los Merengues berhasil mendominasi peraih gelar pemain terbaik.

Di sela-sela acara undian fase grup Liga Champions 2017-2018, empat pemain dari empat lini berbeda dipilih UEFA sebagai peraih gelar pemain terbaik.

Di posisi penjaga gawang, Gianluigi Buffon berhasil menjadi yang terbaik.

Pada usia 39 tahun, ia berhasil tampil gemilang dan membawa Juventus hingga mencapai partai final.

Musim lalu, Buffon tampil dalam 12 pertandingan Liga Champions. Dalam perjaanan panjang itu, ia sukses delapan kali menjaga gawangnya tidak kebobolan.

Sebelum dihancurkan Real Madrid dengan skor 1-4 di partai puncak, Buffon hanya kebobolan tiga kali sejak fase grup.

Pencapaian itu membuat dirinya berhasil menyingkirkan Manuel Neuer (Bayern Muenchen) dan Jan Oblak (Atletico Madrid) sebagai pesaing terdekat.

Sedangkan di lini bek, Sergio Ramos terpilih menjadi yang terbaik.


Meski hanya mencetak satu gol dari 11 laga, tetapi penampilan solid pemain berusia 31 tahun itu menjadi salah satu kunci keberhasilan Real Madrid meraih gelar juara.

Di posisi gelandang, giliran Luka Modric yang terpilih sebagai pemain terbaik.

Meski tidak berhasil menyumbangkan gol dan hanya meraih satu assist dalam 11 pertandingan, kontribusinya di dalam permainan Real Madrid membuat dirinya dipandang layak meraih gelar ini.
Games

Contact

26252BBC
+85517338791
+85517338791 (Via Call) 24 jam
alexisbet.service1
alexisbet.service2
alexisbet.cs
Berita

Sbobet Casino - Tunisia dan Maroko Lengkapi Wakil Afrika di Piala Dunia 2018
12 November 2017
Sbobet Casino - Persib Gerak Cepat Cari Pelatih Anyar
11 November 2017
Sbobet Casino - Soal Naturalisasi Sandy Walsh, PSSI Masih Pelajari Dokumen
10 November 2017
Bank

BCA
Mandiri
BNI
BRI